h1

if you want to do something right, you have to do it yourself

Oktober 14, 2009

Adalah kata ibu saya ketika saya memintanya mengajari Trigonometri awal, pada saat kelas 3 smp. Oke, mungkin saja itu adalah alasan agar ia tidak ketahuan bahwa ia sudah melupakan bab itu, dan tentu saja, tidak ada orang tua yang ingin kelihatan bodoh di hadapan anaknya ketika mereka lupa pelajaran yang mereka terima dua puluh tahun silam, bukan?

Oke, itu cuma bercanda kok bu, saya tidak ingin melukai perasaan bunda, jika bunda melihat postingan ini. Maaf ya bunda! m(-_-‘)m

Pagi hari ini saya terbangun dengan keadaan badan yang sangat tidak enak. Belum lagi migrain kembali menyerang saya. Dan karena saya tidak terlalu niat untuk bersekolah hari ini, i decided to skip school today.

Awalnya saya merasa that today’s gonna be my day, but it turns out that that it’s not.

Berawal dari AC di ruang komputer yang rusak, internet molor, penyakit migrain yang tak kunjung hilang. blargh. Untung pesan singkat dari Dearest yang memberanikan dirinya untuk membalas sms yang saya kirimkan padanya di tengah jam pelajaran terus menyemangati diri saya. Thank you so much Dearest! đŸ˜€

Salah satu hal yang membuat hari ini buruk adalah ketika saya menyadari, walau saya telah mempunyai seorang pembantu rumah tangga di rumah, saya tetap tidak bisa tenang.

I mean, ada berapa orang di dunia ini yang harus memanjat kelur lewat jendela karena mereka menemukan dirinya tak bisa keluar dari rumah, karena seluruh pintu keluar rumah (pintu depan, pintu belakang, pintu garasi terkunci), ketika mereka menyadari pembantu baru mereka tak ada didalam rumah?

Akhirnya, setelah perjuangan berat keluar dari rumah gw sendiri (tanpa mendobrak satu pun pintu, saudara saudara, tanpa mendobrak! sebuah kemajuan cara berpikir oleh saya!), saya menemukan sang pembantu baru berada tak jauh dari rumah saya, membawa semua kunci pintu , sedang ngobrol dengan ibu-ibu penjual tanaman. Ketika saya menanyakan kenapa dirinya main main keluar, dia cuma menjawab dengan tiga kata : “Cuma main sebentar.”

Kalau saya masih saya yang lima tahun silam, mungkin pembantu baru ini tinggal nama. Yes i was serious.

Mungkin kata kata bunda dulu ada benarnya. Mungkin kami sekeluarga harus mempertimbangkan keputusan kami memperkerjakan orang ini. Ada kalanya ketika kita ingin hidup nyaman kita tidak boleh menyuruh orang untuk membantu kita. Kadang kala kitalah yang harus melayani diri kita sendiri.

Sebuah pemikiran dari seorang penganut asas liberalisme yang terlalu banyak mengeluh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: